Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 04 Januari 2016

Dampak manusia yang kesepian

Jangan anggap sepele jika sering merasa kesepian. Penelitian mengungkapkan, kesepian meningkatkan risiko penyakit kanker, stroke, hingga jantung. Bahkan, menurut peneliti, kesepian dapat menyebabkan kematian sama seperti kurang olahraga dan diabetes.

Dalam studi ini, para peneliti dari University of North Carolina melihat hubungan antara kesepian dengan dampaknya bagi kesehatan berdasarkan usia. 

Menurut peneliti, kesepian di usia muda sama bahayanya dengan kurang aktivitas fisik. Sementara itu, di usia lebih tua kesepian bisa menyebabkan hipertensi.

Sementara itu, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa interaksi sosial dapat mencegah remaja mengalami obesitas abdominal. 

Peneliti menemukan indeks massa tubuh dan lingkar pinggang para remaja yang sering bersosialisasi lebih baik dibanding yang tidak.

Studi lainnya juga menemukan, orang yang sejak awal kehidupannya memiliki jaringan sosial yang luas akan mengalami penurunan risiko hipertensi sebesar 54 persen. 

Dokter Yang Claire Yang dari UNC, CPC and the Lineberger Comprehensive Cancer Center yang mempelajari interaksi antara hubungan sosial, faktor perilaku dan fisiologis pun menemukan kaitannya dengan penyakit kronis di masa tua, seperti kanker.

Peneliti menyimpulkan, orang yang tidak kesepian atau memiliki banyak jaringan sosial, akan memiliki harapan hidup lebih lama dibanding orang yang kesepian. Mereka akan merasa lebih dicintai dan mendapat banyak dukungan dari orang-orang terkasih.

Menurut dokter Kathleen Mullan Harris dari UNC dan Pusat Kependudukan Carolina, temuan ini dapat dijadikan alasan untuk mendorong para remaja maupun mereka yang telah beranjak dewasa untuk membangun hubungan sosial yang lebih luas.

"Berinteraksi dengan orang lain sama halnya seperti kita harus makan sehat dan aktif secara fisik," kata Mullan

Jumat, 01 Januari 2016

MotoGP 2016 #go93

Berikut jadwal lengkap MotoGP 2016:

20 Maret GP Qatar (Doha/Losail)
3 April GP Argentina (Termas de Rio Hondo)
10 April GP Americas (Austin) 
24 April GP Spanyol (Jerez de la Frontera)** 
8 Mei GP Prancis (Le Mans)
22 Mei GP Italia (Mugello)
5 Juni GP Catalunya Barcelona - (Catalunya) 
26 Juni GP Belanda (TT Assen) 
17 Juli GP Jerman (Sachsenring) 
14 Agustus GP Austria (Red Bull Ring) 
21 Agustus GP Republik Ceko (Brno)** 
4 September GP Inggris (Silverstone) 
11 September GP San Marino (Riviera di Rimini Marco Simoncelli Misano) 
25 September Aragon (MotorLand Aragon) 
16 Oktober GP Jepang (Motegi) 
23 Oktober GP Australia (Phillip Island) 
30 Oktober GP Malaysia (Sepang) 
13 November GP Valencia (Ricardo Tormo-Valencia)

**Belum pasti


Rabu, 11 November 2015

Potensi jodoh anda, sampai seriously

ebuah penelitian dari University of Illinois, AS, mengamati kompleksitas yang terjadi dalam hubungan pria dan wanita. Ternyata, para peneliti menemukan teori yang bisa menentukan pasangan kekasih berpotensi menikah atau kandas di tengah jalan.



KOMPAS.com -- 
Sebuah penelitian dari University of Illinois, AS, mengamati kompleksitas yang terjadi dalam hubungan pria dan wanita. 

Ternyata, para peneliti menemukan teori yang bisa menentukan pasangan kekasih berpotensi menikah atau kandas di tengah jalan. 

Lewat pengamatan terhadap 376 pasangan berusia lebih kurang 20 tahun. Peneliti menilai bahwa hubungan yang telah berjalan selama sembilan bulan bisa diprediksi, apakah langgeng atau tidak. 

Peneliti pun membagi empat tipe hubungan dan potensi hubungan dalam jangka panjang. Berikut uraiannya: 

1. Pasangan penuh drama (sampel penelitian 34 persen)
Hubungan pasangan yang penuh drama adalah yang paling bergejolak. Pasangan ini umumnya menghabiskan lebih banyak waktu terpisah dari tipe hubungan lainnya. Jenis pasangan ini juga kurang mendapatkan dukungan dari keluarga dan teman.

2. Fokus pada pasangan (sampel penelitian 30 persen)
Tipe hubungan ini biasanya dijalani oleh pasangan yang saling menghargai satu sama lain. Namun, tak menutup kemungkinan mudah terjadi perubahan. Potensi kelanggengan tergantung dari kualitas komunikasi dan berapa banyak waktu yang dihabiskan bersama. 

3. Keterlibatan sosial (sampel penelitian 19 persen)
Pasangan tipe hubungan ini sangat dipengaruhi oleh interaksi pasangan dengan jaringan sosial termasuk teman-teman dan keluarga.

4. Rentan konflik (sampel penelitian 12 persen)
Tipe hubungan ini sangat rentan perdebatan. Namun, konflik dan perdebatan yang terjadi tak sebanyak pasangan penuh drama.


Setelah sembilan bulan, penelitian menemukan bahwa tipe hubungan penuh drama yang paling mudah berpisah. Sementara itu, pasangan yang fokus satu sama lain adalah yang paling stabil dan memiliki kemajuan pesat dalam hubungannya.

Jumat, 18 September 2015

Manfaat Berpelukan

Jangan remehkan sebuah pelukan. Menurut sejumlah penelitian, berpelukan memiliki manfaat bagi kesehatan. Bagi pasangan, berpelukan merupakan dekapan romantis. Lebih dari itu, berpelukan bisa mengurangi stres dan depresi, hingga meningkatkan suasana hati jadi lebih baik. Berikut manfaat tak terduga dari berpelukan seperti dikutip dari Boldsky.com.

1. Berpelukan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan begitu, tubuh akan terlindungi dari infeksi. Hal itu karena berpelukan dapat mengurangi stres yang menyebabkan penurunan sitem kekebalan tubuh seseorang.

2. Berpelukan bisa menghilangkan rasa nyeri. Menurut para ilmuan, berpelukan memicu pelepasan hormon oksitosin yang dapat meningkatkan suasana senang dan membuat rasa nyeri berkurang.

3. Berpelukan juga memicu pelepasan hormon dopamin. Menurut para ahi, hal ini dapat meningkatkan libido. Selain itu, berpelukan akan membuat hari yang melelahkan menjadi lebih rileks.

4. Pelukan sangat tepat dilakukan kepada orang yang sedang menghadapi masalah. Dekapan yang erat dapat mengurangi rasa cemas dan kembali meningkatkan kepercayaan diri seseorang.

5. Berpelukan bisa mencegah depresi, mencegah maupun menghilangkan stres. Efek baik ini jterjadi karena adanya pelepasan hormon oksitosin yang membuat seseorang merasa lebih bahagia.

6. Salah satu manfaat luar biasa dari berpelukan, yaitu mengurangi risiko penyakit jantung. Menurut beberapa ahli kesehatan, pasangan yang memiliki kehidupan romantis dengan saling memberikan pelukan dapat menurunkan risiko sakit jantung.

7. Pelepasan hormon oksitosin saat berpelukan membawa banyak manfaat. Salah satunya dapat menurunkan tekanan darah. Saat hormon oksitosin meningkat, hormon kortisol atau hormon stres menurun sehingga tekanan darah juga menurun.

Selasa, 08 September 2015

Tips Cari Bus Jogja-Semarang

Perjalanan Asmaraku ke semarang 

  Berangkat dari rumah jam 6 pagi menuju terminal jombor setengah jam dari rumah karena lewat ring road, setelah sampai masuk menitipkan motor dengan biaya jasa 6K dibayar setelah pulang. Lalu ane nyari bus jurusan Semarang-Jogja yang bertempat di sebelah halte bus trans Jogja, ane pilih po Nusantara untuk fasilitas lumayan ada tv dan ac dapat agan tebus dengan biaya 45K. Bus penumpang nya nggak banyak sih, bisa sambil tiduran di kursi
   Setelah nunggu 20 menitan nunggu penumpang penuh. Gggrreengg... Kita berangkat ke Semarang, perjalanan sekitar 3 jam 15 menitan Ada kesalahan saya yaitu nggak nanya" asal ngikut aja Hungary ane di turunin di terminal terboyo mblandang 10 km dari tempat tujuan ane yaitu undip untuk menemui gebetan ane, calon dokter dari undip hhwww. Sampai harus ngojek, disini gue di beleh gan; kena 35K ya udah deh ane bayar. Wong ra reti tenan, ane suruh nganter tukang ojek ke simpang Lima dan eng...ing....eng... Pujaan hati ketemu.
   Dan cerita Jalan" Cukup ane simpen ya gan, yang ane ceritain cukup biaya perjalanan Jogja-Semarang. Selesai Jalan" dan bersuka Ria temu kangen ane pulang menuju tempat pemberhentian banyumanik, pas ane turun dari sepeda motor eehh.. Pas Ada bus po sumber waras ngetem disitu, langsung deh ane pamit ma gebetan pulang ke Jogja, bus berangkat jam 10an dan pucuk di cinta ulam tiba, bus ini murah dan ber ac tapi banyak suara ngek" maklum bus tua, ane Cukup mbayar 30K dan perjalanan Semarang-Jogja telah tuntas, sampai di terminal jombor jam 1 siang. Alhamdulillah 

Sabtu, 22 Agustus 2015

Karakter Wanita

Patti Wood, seorang ahli bahasa tubuh dan perilaku manusia, sekaligus penulis dari buku Snap: Making the Most of First Impressions, Body Language, and Charisma,mengatakan bahwa cara seorang wanita mengenakan bra dapat menunjukkan kepribadian mereka.

"Apa yang kau lakukan dan cara kau melakukannya, terbentuk secara bersamaan menceritakan dirimu sendiri," tulis Wood.

Berikut empat karakter kepribadian wanita berdasarkan cara mereka mengenakan bra:

1. Mengenakan bra dengan mengaitkan tali dari belakang
Wanita yang memiliki kebiasaan mengenakan bra dengan cara mengaitkan dari belakang adalah wanita yang memiliki kepribadian yang baik dalam memberikan dukungan alias suporter. Mereka suka berada disekitar orang yang akrab dengannya. Selain itu, wanita ini senang mengikuti tradisi dan memiliki persiapan matang dalam menhadapi suatu hal.

2. Mengaitkan bra dari depan, kemudian diputar ke bagian belakang
Wanita yang mengenakan bra dengan cara ini adalah tipe wanita yang berpengaruh. Mereka senang di hargai, didukung, dan menyesuaikan segala sesuatu termasuk pakaian dalam dengan perannya sebagai istri, pekerja, atau seorang ibu. 

Tipe wanita ini juga terbilang praktis dan efisien dalam hal waktu. Terlihat dari cara mereka mengenakan bra dengan mengaitkan di bagian depan tubuh agar tak ada kaitan yang terlewatkan dan tak makan waktu lama.

3. Mengenakan bra dengan fitur kaitan di depan
Ada wanita yang lebih menyukai bra dengan kaitan di bagian tengah depan. Tipe wanita ini adalah mereka yang tak menyia-nyiakan kesempatan dan sangat efisien. Selain itu, mereka juga berinvestasi pada busana berkualitas tinggi. Mereka cenderung cerdas didukung keputusan dengan banyak analisa yang dilakukan sebelumnya.

4. Mengaitkan bra terlebih dahulu, lalu memasukan lewat atas kepala 
Cara mengenakan bra yang terbilang unik ini menandakan seorang wanita yang perfeksionis dan teliti. Mereka tak suka menjadi pusat perhatian dan sangat sederhana saat memilih busana terutama pakain dalam. Wanita ini juga terbilang mandiri dan tak ragu untuk melakukan aktivitas sendiri.

Rabu, 12 Agustus 2015

Rahasia Batre Smartphone

Pengisian baterai ponsel merupakan salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan, tapi kita masih keliru mengenai cara mengisi baterai ponsel yang benar. Terdapat berbagai mitos mengenai cara pengisian baterai yang keliru.
Apa saja mitos yang keliru mengenai pengisian baterai ponsel? Berikut ini 3 mitos yang keliru mengenai pengisian baterai ponsel:
1. Pengisian baterai ponsel terlalu lama akan mengakibatkan kerusakan
Pengisian baterai ponsel yang dilakukan terlalu lama merupakan kebiasaan yang lazim dilakukan, dan banyak isu yang beredar jika mengisi baterai terlalu lama akan mengakibatkan ponsel menjadi rusak.
Tapi jawabannya adalah salah karena ponsel masa kini sudah cukup "pintar" untuk memutus arus listik secara otomatis ketika baterai sudah terisi penuh meskipun ponsel masih tersambung ke charger.
2. Menggunakan ponsel pada saat pengisian baterai mengakibatkan kerusakan
Faktanya menggunakan ponsel pada saat pengisian baterai tidak akan berpengaruh buruk pada baterai ponsel. Baterai ponsel akan tetap terisi seperti seharusnya meski tidak digunakan atau digunakan pada saat pengisian baterai.
Lagipula, seringkali ponsel mengaktifkan dirinya sendiri ketika sedang melakukan pengisian baterai seperti mengunduh update software melalui Wi-Fi atau sinkronisasi data.
3. Pengisian baterai ponsel harus dilakukan dengan menggunakan charger bawaan
Faktanya kita tidak harus selalu menggunakan charger bawaan ponsel untuk mengisi baterai karena charger USB manapun dapat digunakan untuk mengisi baterai ponsel, meski kinerjanya akan berbeda.
Charger yang mampu menyalurkan arus 2 ampere akan dapat  mengisi baterai lebih cepat dibandingkan charger yang menyalurkan arus 1 ampere. Terdapat juga beberapa kemampuan khusus seperti fast charging yang hanya bisa digunakan apabila ponsel diisi dengan charger bawaan.